ITINERARY HONGKONG 6 DAYS 5 NIGHTS DAN TOTAL ESTIMASI BIAYA

Ini adalah contoh itinerary perjalanan saya selama berada di hongkong tanggal 12-maret – 17 maret 2016

Bali rasa thailand, Nusa penida 2 days 1 night (part 1)

Rasa ketertarikan kami akan penida itu muncul ketika saya tidak sengaja nemu foto laki-laki sedang selfie di Pantai Atuh

Bali Rasa Thailand : Nusa Penida 2 Days 1 night (part2)

Ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang menceritakan perjalanan saya dan teman teman ke Nusa Penida

Bosan ke pantai? ke sawah yuk!

Tegalalang ini letaknya di Ubud, kira kira butuh waktu sekitar 90 menit naik motor dari daerah Denpasar dan sekitarnya.

Pengalaman menginap di Dorm wanita di Hongkong

Dengan pertimbangan budget, karena sebagai Backpacker sejati saya nggak mau rugi (teteuup) saya pun memilih kamar Dorm khusus Female yang berisi 6 orang di dalam.

Kamis, 17 November 2016

ITINERARY HONGKONG 6 DAYS 5 NIGHTS DAN TOTAL ESTIMASI BIAYA

Bagi teman-teman sekalian yang berencana akan ke Hongkong, semoga artikel ini membantu. Ini adalah contoh itinerary perjalanan saya selama berada di hongkong tanggal 12-maret – 17 maret 2016:



Tiket Pesawat:
Untuk urusan tiket pesawat, saya spontan membeli saat ada promoan dari airasia, karena ini tiket promo maka biasanya semakin lama waktu tunggu semakin murah, jadi saya sudah membooking tiket pesawat ini kurang lebih hampir setahun dari Hari H keberangkatan, saya membeli tiket PP Denpasar – Hongkong ini seharga IDR 2.341.000 sudah dengan travel insurance dan bagasi 15kg share dengan teman. Bagi kalian yang tinggal di Jakarta atau sekitarnya pasti lebih mudah mendapatkan tiket yang lebih murah.

Hotel:
Untuk urusan yang satu ini saya akui memang Hongkong mahal, T_T untuk mengantisipasi mahalnya harga hotel di hongkong, kalian bisa memilih youth hostel, saya memilih kamar dorm yang isinya 6 orang (female dorm) saya merogoh kocek kurang lebih 350.000 semalam, karena saya menginap 4 malam maka kurang lebih saya membayar 1.400.000 saya menginap di Urban pack yang terletak di tsim tsha tshui

Untuk itinerary dan gambaran biaya kurang lebih sebagai berikut:


12-maret-2016
Berangkat dengan flight malam dari DPS menuju KUL untuk transit, karena waktu transit kurang lebih 6 jam maka kita pun harus rela tidur di bandara sambil menunggu flight berikutnya

13-maret-2016
Pesawat landed di chep lap kok kurang lebih jam 10.15 pagi, perjalanan keluar dari pesawat menuju exit bandara lumayan panjang ditambah dengan drama peristiwa kesialan yang kita alami karena kehilangan backpack membuat kita semakin lama berada di dalam bandara, kurang lebih pada jam 14.00 kita tiba di Hostel, check in, mandi, lunch istirahat.
Malamnya kita diajak keliling area tsim tsha tshui memasuki sebuah mall besar yang saya lupa namanya, yang pasti saya bakalan nyasar kalo keliling disini sendirian, hehehe.. untunglah rekan saya memiliki teman orang hongkong yang pandai bahasa Indonesia yang dengan senang hati mengajak kami berkeliling sambil menunggu pertunjukan Symphony of Lights. Sayangnya sepanjang perjalanan hujan, dan karena udara dingin ada sedikit kabut. However kami sangat menikmati pemandangan malam ini


14-maret-2016
Inilah saatnya perjalanan mandiri kami dimulai, berbekal dengan ajaran cara naik MTR dari koko Patrick kami pun memberanikan diri berangkat menuju Po Lin Monastery alias Big Budha, sayangnya ketika kami kesana Cable Car sedang renovasi, Hiks T_T padahal saya sudah membayangkan perjalanan melayang layang diatas gunung, apa boleh buat, kami pun menggunakan Bus untuk menuju  Po Lin Monastery. Kami pun menghabiskan waktu berfoto foto ria dan menikmati lunch di restoran vegetarian di area Po Lin Monastery ini. Malamnya kami berjalan-jalan diarea Temple Street.



15-maret-2016
Setelah breakfast singkat di Mcd, kami pun berangkat menuju The peak, mencari jalan menuju The peak gampang gampang susah, kami sempat beristirahat sambil menguji insting di taman, tapi akhirnya kami berhasil menemukan gedung yang kami cari. Untuk tiketnya terdapat beberapa pilihan, kalian bisa membeli terpisah untuk tiket the peak dan Madamme Tussaud, karena kami ogah ribet maka kami pun langsung membeli yang combo kurang lebih seharga 250HKD per person, antreannya pun berbeda dengan loket yang membeli tiket secara terpisah, entah kenapa, mungkin providernya beda :D. Setelah naik Tram menuju puncak makan kami pun langsung menuju Maddame Tussaud untuk berfoto ria.


Dan kami pun lanjut menuju Sky Terrace, dimana terlihat jelas pemandangan gedung gedung pencakar Hongkong, sebenarnya kalau malam pasti lebih spektakuler pemandangannya



Kami tidak sengaja menemukan artikel bahwa di Victoria Park sedang ada Festival bunga, maka dengan sisa tenaga yang ada setelah puas berfoto di Sky terrace kamipun meluncur menuju Victoria Park,


16-maret-2016
Waktu kami lebih banyak digunakan untuk istirahat, selain karena tenaga yang cukup terkuras habis, uangpun juga mulai menipis :D jadi kamipun focus untuk berburu oleh oleh. untuk mencari cemilan, teman kami merekomendasikan AEON yang tidak jauh dari hostel kami menginap, FYI di Hongkong kami susah menemukan makanan atau barang yang brandnya dari hongkong, kami justru menemukan barang barang jepang dan korea yang bertebaran disini, bahkan di mini marketnya pun makanan ringan yang dijual juga tulisannya jepang, dan jangan kaget ketika kalian berbelanja di Ladies Market pun, barang barang yang dijual kebanyakan brand dari Korea atau Jepang, ternyata orang-orang Hongkong memang menyukai barang barang dari Jepang, That is why…

karena penasaran dengan dim sum halal, maka kami pun memutuskan mencari Islamic Center, tapi sayangnya saat sudah berada disana ternyata Dim Sum sudah tidak bisa dipesan karena sudah lewat jam dan mungkin juga karena sudah habis, jadilah kami hanya memesan masakan cina.


17-maret-2016
Tidak terasa kamipun harus pulang, rasanya berat dan tidak rela kembali pada kenyataan :D setelah breakfast di restaurant Macau dekat hostel kami pun menuju halte pemberhentian Bis dan berangkat menuju Hongkong. Dan ternyata karena oleh oleh kami, bagasi kami ternyata kelebihan 5KG, tapi staff Air Asia hongkong memang baik hati, dia sama sekali tidak meminta charge kelebihan bagasi.

Total Biaya yang dihabiskan:

TIKET PESAWAT                             2,341,000
HOTEL                             1,400,000
TAXI PULANG PERGI RUMAH-BANDARA                                300,000
FOOD & DRINKS 600hkd*1750                             1,050,000
TRANSPORT 400hkd*1750                                700,000
TIKET 250hkd*1750                                437,500
SHOPPING   500hkd*1750                                875,000
TOTAL                             7,103,500

Apakah bisa dihemat lagi? tentu saja bisa, apalagi kalau kalian bisa mendapatkan tiket yang lebih murah, penginapan yang lebih murah, belanja sekedarnya saja (kalau tahan godaan sih, tadinya saya juga nggak niat belanja)
happy travelling :)




Rabu, 16 November 2016

Pengalaman menginap di Dorm wanita di Hongkong


Sebagai muslimah yang baik (menurut gue sendiri), kenyamanan beribadah adalah hal utama yang jadi pertimbangan untuk memilih akomodasi ketika travelling. Dan 5 bulan sebelum hari H, akhirnya saya memutuskan memilih menginap di area Tsim Tsha Sui, mengingat tempatnya yang dekat dengan masjid besar di Hongkong.
Dengan pertimbangan budget, karena sebagai Backpacker sejati saya nggak mau rugi (teteuup) saya pun memilih kamar Dorm khusus Female yang berisi 6 orang di dalam. Ketika pertama kali tiba di hostel, jangan ditanya karena sempitnya cukup bikin menganga, tapi ini bisa dimaklumi mengingat betapa mahalnya lahan di hongkong.

Saya pun sekamar dengan orang berbagai Negara yang rata rata berasal dari cina daratan dan orang korea, yang lucunya rata rata kita semua berusaha Ja’im dan tidak  mau mengganggu satu sama lain di dalam kamar, jadilah kita seperti maling sandal yang menyelinap dan bergerak sesenyap mungkin, bahkan kalau mau ngorok pun harus silent mode :D

Yang paling bikin keki dari kamar sempit yang full berisi manusia adalah, Bau napas, iyaa bau napas, yang entah ini bau napas siapa dan semoga bukan saya yang dituduh karena cukup bisa mencoreng nama bangsa. (karena hanya saya sendiri yang berasal dari Indonesia, dan kulitnya paling gosong sendiri, jadi mencolok). Yah paling tidak ada AC yang cukup menetralisir bau yang tidak saya mengerti, dan selimutnya cukup hangat yang membuat saya tertidur pulas walaupun diluar hujan deras dan dingin.



Hal menyenangkan tinggal di hostel adalah bertemu backpacker- backpacker sedunia yang asyik luar biasa, mendenger cerita travelling mereka sungguh menginspirasi dan bikin ngiri. Kalau kita solo travelling, sangat mungkin kita bisa bergabung dengan solo traveler lain.

Apabila kalian Solo Traveller dengan budget ketat dan ogah rugi, kamar Dorm adalah pilihan terbaik untuk menginap di hongkong, harganya bervariasi mulai dari 250ribuan ke atas, kalo kalian ber grup travelling saya sarankan sebaiknya menyewa apartment di Airbnb dengan sharing cost pastinya bisa mendapatkan harga yang pas dan cukup nyaman. Apabila kalian punya budget lebih, nggak usah mikir, mending nginep di hotel aja, tapi satu hal yang pasti : jangan berekspektasi mendapatkan kamar yang luas karena Lahan di hongkong sangat mahal, kecuali kalau kalian menginap di the peninsula yang konon semalem harganya belasan juta T_T, hanya numpang lewat disana saja sudah membuatku bahagia,

Untuk area menginap sebenarnya tergantung itinerary kalian, saya memilih di area tsim tsa tshui karena dekat dengan masjid dan dekat dengan avenue of the star dan Symphony of lights di hongkong, jadi bisa nonton tiap malam. Dan jangan khawatir bila kalian solo travelling di hongkong karena Negara ini cukup aman dan moda trasportasinya juga sangat lengkap.



Dan sangat saya sarankan untuk membeli kartu octopus yang sangat sangat berguna ketika kalian di hongkong, karena bisa dipakai untuk membayar tiket kereta, bis dll bahkan bisa belanja di mini market tanpa antri dan pusing ngitung duit kembalian, kartu ini bisa dibeli di bandara ketika kalian tiba dan deposit bisa diambil jika kartunya dikembalikan.


Satu lagi yang harus kalian perhatikan saudara-saudara, toilet di hongkong berjenis kering dan tidak ada air buat cebok, karena mereka terbiasa cebok dengan tissue, adalah kabar buruk bagi kita orang Indonesia yang suka risih bila buang air tanpa air. saran saya bawa tissue basah yang banyak. However, di masjid tsim tsa tshui bisa ditemukan toilet jongkok dan ada air buat membasuh. yeayyy...

Happy travelling :)

Senin, 28 Maret 2016

Pengalaman Konyol di Negeri Orang, Nyaris kehilangan Backpack di Bandara

Pernahkah kalian mengalami nyaris kehilangan Tas dimana semua benda terpenting dalam hidupmu ketika travelling ada disitu? (Tas, Dompet, Handphone All credit Cards and Debit Card, Camera dan yang paling penting pake banget ialah uang dan passport) itulah yang terjadi pada saya saat pertama kali berkunjung ke luar negeri. yes, first timer alias newbie travelling ke Luar Negeri.

Kekonyolan itu diawali saat kami berhasil menginjakkan kaki di Bandara Chep Lap Kok Hongkong. yes, karena saking exitednya berhasil menjejakkan kaki di negeri orang, kita sampai lupa daratan. waktu saya dan teman saya sedang bersiap menuju baggage claim, kita pun mengambil trolley untuk menempatkan semua koper bawaan diatas trolley. karena backpack lumayan berat untuk digendong sepanjang bandara Hong Kong yang luas, akhirnya saya pun menaruh backpack diatas trolley yang kita dorong menuju baggage claim.

Setelah sampai di baggage claim, saking excitednya ngeliat koper koper kita finally menari-nari diatas belt, kita pun lari dan dengan bodohnya meninggalkan trolley yang berisi backpack saya (yang justru lebih penting ketimbang koper yang saya kejar). dan tanpa ada perasaan mengganjal apapun saya dan teman saya justru menaruh koper koper kami di trolley yang kosong dan bahkan nggak noleh sedikitpun pada trolley yang berisi backpack saya.

Setelah keluar dari baggage claim, lalu kita pun menuju tourism board dimana kita mencari semua flyer and map tentang Hong Kong. sambil membaca-baca isinya kita pun sibuk memilih milih, sampai saya teringat sesuatu dan hendak mengambil sesuatu di dalam backpack saya. dan suddenly, "Where is my backpack?" tanya saya kepada teman saya dengan tampang pucat dan kebingungan. temen saya pun nggak kalah bingung, "loh, bukannya loe gendong kemana-mana?". seketika kita pun jadi panik dan mengobrak abrik trolley yang berisi koper kita. "kok nggak ada?" (yaiyalah, orang salah ngambil trolley).

well yes, yang terbayang dipikiran saya waktu itu cuman "mampus, gue nggak bisa pulang ke Indonesia". saya bahkan nggak bisa mikir apapun dan mulai tersedu sedu dan teriak teriak "where is my backpack? Oh my god, Serius aku nggak bisa pulang, uangku, tiket sama passpor disana semua!!" dan orang orang bandara mulai melihat ke arah saya, mungkin mereka mikir saya TKW yang kena tipu.

Mulailah kita berlari menuju satpam dan melaporkan backpack saya yang hilang. Tapi satpam nggak bisa banyak membantu dan cuman menyarankan kami melapor didepan. teman saya mencoba melobi satpam supaya diijinkan masuk kedalam dan memeriksa di area baggage claim, tapi dihalangi oleh satpam, karena cuman orang yang punya passport dan tiket (dan tidak boleh membawa barang apapun) yang boleh masuk kedalam which is saya nggak mungkin diperbolehkan masuk.

setelah berjalan kesana kemari karena bingung, dan saya pun masih sesenggukan dan ngoceh sendiri. sampailah kami di customer service dan menceritakan apa yang terjadi. mbak-mbak customer service itu pun langsung mencatat laporan kehilangan saya dan bertanya apa saja yang ada didalam tas saya, sementara temen saya pun mulai masuk kedalam area didekat baggage claim

Mbak-mbak customer service itupun langsung sibuk menelpon setelah mencatat laporan saya dan apa yang dia bilang justru membuat saya jadi tambah panik "I have checked to lost and found but they did not find your backpack, we hope your friend can get your backpack" yup, harapan saya waktu itu cuman temen saya yang ada didalam.

setelah cukup lama menunggu dan kebingungan, finally teman saya datang dan membawa Backpack saya. Alhamdulillah, pengen sujud syukur seketika. Teman saya sempat ceramah sama satpam saat dihalangi masuk kedalam area baggage claim, tapi berkat bantuan orang imigrasi hongkong didalam, teman saya diijinkan masuk kedalam dan menemukan backpack saya yang tertinggal didalam. (dan kita pun malu karena sudah suudzon dan menyangka kita kecurian, padahal karena kebodohan kita sendiri). akhirnya kita pun pamitan dengan mbak mbak CS dan melenggang pergi. saya pun cuman nunduk karena malu habis heboh nangis dan diliatin orang satu bandara, harapan saya waktu itu mudah mudahan nggak ada yang ngenalin muka saya waktu itu :D.

well, dari sini saya mengambil pelajaran berharga waktu travelling:
1. do not ever lose your hand bag, backpack your precious things. jaga baik baik, jangan sampai lupa, gendong kemana-mana backpackmu biarpun punggung pegal setengah mati. ada baiknya membawa tas yang super kecil untuk precious thing dan BAWA kemanapun kamu pergi.
2. ada baiknya mencatat nomor dan alamat KBRI dan KJRI di negara yang kamu tuju, catat dikertas dan simpan baik baik di kantongmu, in case jika ada kejadian emergency yang menimpa kita selama travelling ke luar negeri, kamu tau nomor mana yg bisa dihubungi.
3. split uangmu, jangan hanya menaruh uang di 1 tempat/ tas, in case jika kamu kehilangan tas/dompet, kamu masih memiliki uang untuk emergency, (transport, makan, telpon dll)
4. siapkan copy documentmu, simpan baik baik.
5. jangan lupa doa supaya bebas dari kesialan yak! :D
6. usahakan jangan panik apalagi nangis meraung raung dibandara, karena kamu pasti menyesalinya :D (seperti saya)

yah, apapun bisa terjadi selama perjalanan, yang penting tetap semangat dan jadikan pelajaran berharga.
Happy Travelling